[email protected]

021-8712022

10 Manfaat Outbound Sekolah untuk Pembentukan Karakter Anak

10 Manfaat Outbound Sekolah untuk Pembentukan Karakter Anak

Salah satu alasan utama mengapa anak sangat mengeluh kalau mereka disuruh berangkat ke sekolah adalah bosan. Setiap hari belajar di tempat yang sama dan menyimak materi yang disajikan dengan membosankan. Akhirnya, anak tidak jadi paham dengan materi yang diberikan, tapi mengantuk dan apa yang diberikan tidak bisa diserap.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuat pembelajaran menjadi menarik. Misal tidak harus berada di dalam ruangan saja. Kadang bisa dilakukan di luar ruangan. Selanjutnya pendidikan juga tidak difokuskan pada materi saja, tapi juga karakter dari anak itu sendiri. Nah, untuk hal ini, outbound bisa dilakukan untuk membuat karakter anak tertentu.

Manfaat Outbound Sekolah untuk Pembentukan Karakter Anak

Outbound memiliki manfaat yang cukup banyak untuk anak usia sekolah. Dengan melakukan aktivitas ini mereka tidak hanya akan menikmati kegiatan yang seru, tapi juga beberapa hal di bawah ini.

  1. Melatih Rasa Percaya Diri

Rasa percaya diri adalah sesuatu yang langka dimiliki oleh anak-anak. Bahkan, saking langkanya, anak selalu malu dan takut kalau diminta melakukan sesuatu. Saat kegiatan outbound sekolah dilakukan anak akan banyak diminta mewakili timnya untuk melakukan permainan edukasi. Mau tidak mau mereka harus berani dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Dengan membiasakan anak memiliki rasa percaya diri yang tinggi, mereka tidak akan pernah takut lagi. Misal saat kembali ke sekolah anak jadi lebih berani saat diminta maju ke depan kelas atau sejenisnya. Rasa percaya diri ini juga akan melekat dengan karakternya dan membuat mereka bisa sukses di masa depan.

  1. Membiasakan Kerja Sama

Menjadi mandiri memang harus ditekankan pada anak. Namun, menjalin kerja sama dengan orang lain juga bukan kesalahan. Pada dasarnya anak juga makhluk sosial yang harus menjalin kerja sama dengan banyak orang. Dengan kerja sama ini anak bisa melakukan berbagai hal dengan cepat dan telat.

Dalam kegiatan outbound ada banyak sekali permainan yang mementingkan kerja sama. Tanpa kerja sama yang baik, permainan tidak akan bisa selesai dengan baik. Bahkan bisa menjadi kacau sejak awal.

Saat sekolah kadang anak sudah memiliki kelompok tertentu. Nah, saat kegiatan outbound. Kelompok akan dibagi-bagi lagi menjadi lebih acak sehingga anak bisa bekerja sama dengan banyak orang.

  1. Melatih Komunikasi

Dalam kerja sama apa yang paling dibutuhkan oleh anak? Ya, benar sekali, komunikasi yang baik. Kalau komunikasi yang baik tidak bisa dilakukan, anak tidak akan bisa melakukan kerja sama. Kegiatan outbound akan membuat anak mampu berkomunikasi dengan baik dan bisa dimengerti dengan sempurna oleh teman satu kelompoknya.

Selama ini anak-anak hanya tahu bagaimana cara belajar dan mendapat nilai yang baik. Namun, mereka tidak tahu bagaimana cara melakukan komunikasi yang baik. Dalam dunia nyata setelah sekolah usai, komunikasi adalah sesuatu yang sangat penting dan dibutuhkan sewaktu-waktu.

  1. Terhindar dari Kecanduan Gadget

Kemajuan teknologi memang sangat memudahkan banyak hal termasuk untuk anak. Namun, banyak hal negatif dari gadget yang membuat anak akhirnya kecanduan. Kalau sudah memegang ponsel atau laptop mereka jadi malas belajar. Apalagi kalau anak sampai kecanduan game online. Waktunya akan habis dengan gadget dan waktu belajar jadi habis.

Dengan melakukan kegiatan outbound, anak akan terbiasa tidak menggunakan ponsel dan gadget yang lain. Selama di tempat outbound mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama-sama dengan temannya. Dengan membiasakan anak tidak terlalu lengket dengan ponselnya, kemungkinan terjadi kecanduan akan kecil. Anak akan lebih suka berkomunikasi dengan teman secara langsung daripada asyik dengan dirinya sendiri.

  1. Menumbuhkan Sifat Kepemimpinan

Salah satu fungsi dari kegiatan outbound adalah character building. Nah, karakter yang paling sering dibangun dalam kegiatan ini adalah menumbuhkan jiwa kepemimpinan atau leadership. Beberapa permainan dalam kegiatan outbound harus dilakukan secara berkelompok dan di dalamnya ada pemimpin dan juga anggota. Mau tidak mau harus ada pemimpin yang terbentuk.

Dalam kegiatan lagi biasanya pemimpin akan diganti. Jadi semua orang bisa merasakan leadership sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan kemampuan memimpin ini akan tahu bagaimana susahnya menjadi pemimpin sehingga mereka akan siap jika diminta. Selain itu mereka juga tahu bagaimana bersikap pada pemimpin agar kelompok yang dimiliki tidak terjadi perselisihan atau sejenisnya.

  1. Lebih Menghargai Alam

Bukan rahasia lagi kalau seiring dengan berjalannya waktu, alam Indonesia mulai mengalami kerusakan yang parah. Penebangan hutan, kebakaran, hingga pencemaran membuat alam jadi kacau. Dengan melakukan kegiatan outbound ini anak akan diajarkan bagaimana lebih menghargai alam dan seisinya dengan baik. Mereka juga akan belajar bagaimana menjaganya dengan baik.

Outbound selalu diadakan di kawasan yang menyatu dengan alam. Jadi, selain membentuk karakter anak dalam hal dunia sosial, mereka juga harus diajarkan bagaimana cara mencintai ciptaan Tuhan. Kelak saat sudah kembali ke sekolah dan rumah mereka akan memiliki kesadaran itu, misal dengan tidak membuang sampah sembarangan.

  1. Menjadi Lebih Disiplin dan Tanggung Jawab

Saat berada di rumah, anak biasanya malas dan tidak memiliki rasa disiplin tinggi. Misal mandi di pagi hari harus dipaksa, dibangunkan, dan segala drama pagi hari lainnya. Hal ini tentu menurunkan rasa tanggung jawab mereka terhadap dirinya sendiri.

Saat mengikuti outbound, anak akan terbiasa bangun dengan sendirinya. Menyiapkan apa pun seorang diri hingga akhirnya terbiasa mandiri dan bertanggung jawab dengan dirinya sendiri.

  1. Anak Terpacu untuk Kreatif

Melakukan kegiatan outbound akan memacu anak untuk menjadi kreatif. Ada banyak kegiatan di acara ini yang membuat anak jadi bisa melakukan apa pun termasuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Lambat laun anak akan menjadi kreatif dengan sendirinya dan terbawa sampai kembali ke sekolah.

Karakter kreatif ini membuat anak bisa bertahan dengan kehidupan sekolahnya. Kalau hal ini terus dikembangkan, kelak di masa depan, anak akan lebih mampu menghadapi dunia kerja dan kehidupan dewasanya dengan sempurna. Karakter kreatif yang mampu memecahkan masalah akan membantu dirinya untuk hidup lebih baik.

  1. Menumbuhkan Rasa Peduli

Pada dasarnya anak memang memiliki ego yang tinggi. Mau tidak mau apa yang diinginkan harus tercapai. Hal ini sebenarnya wajar, meski saat sudah dewasa anak tidak bisa melakukannya lagi. Mereka tidak boleh memikirkan dirinya sendiri lagi. Apalagi kalau sudah berada di dalam sebuah kelompok.

Dengan melakukan kegiatan outbound, anak akan terbiasa untuk peduli dengan sesama. Misal dengan teman satu kelompoknya sehingga kerja sama bisa berjalan dengan lancar. Kelak saat sudah kembali ke sekolah, anak juga lebih peduli dengan orang di sekitarnya. Karakter ini akan membuat anak menjadi pribadi yang baik.

  1. Anak Lebih Mandiri

Kemandirian adalah salah satu karakter yang wajib dimiliki oleh anak-anak. Dengan kemandirian yang tinggi, mereka akan terbiasa melakukan apa pun tanpa bantuan. Anak akan terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri dan akan terbiasa hingga terbawa saat mereka nantinya pulang ke rumah dan kembali ke sekolah.

Selama ini anak jarang sekali diajarkan kemandirian apalagi di rumah. Apa saja akan bergantung dengan orang tua. Saat melakukan aktivitas outbound sekolah, mereka mau tidak mau harus menjadi mandiri dan menyelesaikan semua kewajibannya sendiri tanpa bantuan.

Kriteria Sekolah yang Baik untuk Pembentukan Karakter Anak

Pada dasarnya semua sekolah adalah baik. Hampir semua sekolah mengajarkan materi pelajaran dengan terstruktur meski tidak semuanya mengajarkan karakter dengan sempurna. Berikut beberapa kriteria sekolah yang mengajarkan karakter pada anak.

  • Setiap program pembelajaran disisipi materi pendidikan karakter dengan tema yang sesuai.
  • Ada buku khusus yang mempelajari pendidikan karakter dan bisa dipahami dengan baik.
  • Ada program pengayaan yang diintegrasikan dengan pendidikan karakter, misal ekstrakurikuler.
  • Memiliki kurikulum yang di dalamnya memuat inti dari pendidikan karakter, misal dengan melakukan bakti sosial.
  • Ada kegiatan untuk karakter building yang salah satunya berupa kegiatan outbound.

Sekolah Karakter Terbaik di Depok

Sekolah Karakter adalah salah satu lembaga pendidikan swasta di Depok yang mengedepankan karakter dari anak dan juga akademis. Keduanya masuk ke dalam kurikulum baik TK, SD, atau SMP.  Dengan pendidikan karakter, anak bisa dengan mudah memahami moral dan etika.

Masing-masing jenjang pendidikan memiliki kurikulum yang unik dan terintegrasi. Kurikulum untuk TK terdiri dari:

  • Imajinasi
  • Rancang Bangun
  • Seni & Kreasi
  • Eksplorasi
  • Persiapan
  • Komputer
  • Kebun, Ternak dan Ikan
  • Ibadah

Selanjutnya kurikulum untuk SD sudah mulai dibuat lebih spesifik lagi. Misal dengan mulai melakukan aktivitas tematik yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Secara umum kurikulum untuk SD terdiri dari:

  • Mengacu pada kurikulum nasional dengan berbagai pengayaan.
  • Penerapan pendidikan karakter setiap hari secara terintegrasi dalam setiap kegiatan.
  • Menggunakan metode pembelajaran siswa aktif (student active learning).
  • Pembelajaran bersifat tematis (integrated learning).
  • Pembelajaran disertai dengan praktek langsung atau kunjungan (fieldtrip) yang terkait dengan tema pembelajaran.
  • Mengaplikasikan metode project-based learning (dalam setiap tema, siswa diberikan project yang mendorongnya untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki).
  • Sistem evaluasi menggunakan sistem portofolio yang menilai seluruh aspek belajar siswa.

Kurikulum untuk SMP kurang lebih sama dengan apa yang sedang diajarkan pada jenjang SD. Namun, ada tambahan yang diberikan karena secara kemampuan berpikir, siswa SMP bisa melakukannya. Tambahan kurikulum itu berupa:

  • Melatih memberi kontribusi pada masyarakat melalui kegiatan community service dan homestay.

Program di atas akan membuat anak bisa cerdas secara akademis dan juga secara moral. Apalagi di dalam kurikulum sudah ada jadwal sendiri untuk outbound yang dilakukan oleh pihak Sekolah Karakter yang biasanya setahun sekali.

Sekolah Karakter yang setiap tahun selalu mendapatkan prestasi berupa rerata nilai yang masuk 10 besar di Depok ini juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini dilakukan untuk membuat anak lebih kreatif dan hobinya yang bermanfaat bisa disalurkan dengan sempurna. Ekstrakurikuler yang ada di Sekolah Karakter terdiri dari:

  • English Club
  • Sahabat Quran
  • Seni rupa
  • Seni tari
  • Seni musik (gitar, drum)
  • Fotografi
  • Taekwondo
  • Pramuka

Setiap tahu peminat sekolah ini selalu membludak. Bahkan, banyak yang tidak diterima karena jumlah muridnya sudah terpenuhi. Sebelumnya, sekolah ini berada di kawasan Cimanggis, Depok, tapi setelah memiliki banyak peminat, akhirnya sekolah baru dibangun untuk jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP di Podomoro, Tapos, Depok.

Terhitung mulai tahun 2019, Sekolah Karakter membuka cabang di Podomoro, Tapos. Sekolah ini membuka pendaftaran siswa baru untuk jenjang SMP. Pendaftaran SMP, bisa dilakukan di Jalan Pekapuran No. 15, Sukatani, Tapos, Depok. Pendaftaran akan ditutup hingga semua kelas terpenuhi dan bisa segera dilakukan proses belajar mengajar di awal tahun ajaran.

Pilar Karakter untuk Pembentukan Sifat Anak

Sekolah Karakter yang di dalamnya terdapat tiga jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, dan SMP ini menekankan karakter baik dalam sebuah pilar. Sekolah ini didirikan pertama pada kali pada tahun 2000 silam oleh Ibu Ratna Megawangi selaku Founder Indonesia Heritage Foundation di Cimanggis. Selanjutnya sekolah berkembang dan akan dibuka lagi di Podomoro, Tapos dengan konsep yang sama. Founder dari Sekolah Karakter menekankan adanya Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK).

Fokus utama dari model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) yang diterapkan di Sekolah Karakter adalah pembentukan karakter siswa yang cerdas dan memiliki moral yang baik. Nah, karakter itu dipecah lagi menjadi 9 pilar yang diajarkan langsung secara terintegrasi oleh guru. Ada buku pendamping yang berisi materi ini secara terstruktur dan diaplikasikan dengan mudah.

Berikut beberapa karakter yang menjadi pilar di Sekolah Karakter.

  1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya.
  2. Tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemandirian.
  3. Kejujuran/amanah dan diplomasi.
  4. Hormat dan santun.
  5. Dermawan, suka menolong, dan gotong-royong/kerja sama.
  6. Percaya diri, kreatif,  dan pekerja keras.
  7. Kepemimpinan dan keadilan.
  8. Baik dan rendah hati.
  9. Toleransi, kedamaian, dan persatuan.

Sembilan karakter yang dipilih di atas dikembangkan kembali menjadi sebuah metode oleh Indonesia Heritage Foundation (IHF) yang menaungi Sekolah Karakter. Dari sembilan pilar yang saling terkait akhirnya  konsep pendidikan karakter diberikan dengan metode:

  • Secara eksplisit, sistematis, dan berkesinambungan.
  • Metode mengetahui kebajikan, mencintai, dan melakukannya.
  • Refleksi dan pemahaman pilar karakter setiap hari.
  • Mengintegrasikan pilar karakter pada setiap kegiatan belajar di sekolah.
  • Membacakan buku cerita yang bertemakan pilar karakter.
  • Menggunakan permainan edukatif dan alat bantu yang membangun karakter.
  • Keterlibatan aktif orangtua.

Metode di atas diberikan untuk mengintegrasikan elemen orang tua yang dekat dengan anak dan sekolah yang merupakan lokasi terlama bagi anak untuk belajar. Dengan menyambungkan dua elemen ini dengan baik, pendidikan karakter akan berjalan dengan kuat. Terlebih kalau ada acara seru seperti outbound yang membuat anak senang sekaligus dididik untuk mandiri.

Mendidik anak tidak hanya dilakukan dengan menjejali mereka dengan materi saja. Kalau hal ini dilakukan, anak akan menjadi sangat bosan. Bahkan mereka bisa malas melakukan apa pun di sekolah. Oleh karena itu, pembelajaran harus dilakukan secara menyenangkan seperti yang dilakukan oleh Sekolah Karakter.

Anak akan diposisikan sebagai pihak yang aktif sehingga mereka bisa menguasai materi dengan baik dan mengaplikasikannya. Pada materi tertentu, anak juga bisa diajarkan langsung dengan praktik atau mengunjungi suatu tempat. Dengan cara ini anak bisa mencerna materi dengan baik.

Terakhir anak juga harus diajar bersenang-senang dan jauh dengan gadget seperti ponsel atau laptop yang kadang memicu mereka jadi ketagihan. Dengan melakukan outbound mereka akan lebih banyak bersosialisasi dan melakukan banyak hal termasuk mengembangkan jiwa kepemimpinan dan gotong royong.

Add a Comment

Your email address will not be published.

Bot Verification

Verifying that you are not a robot...